Bisnis  

Bisnis Thrift Shop Sedang Ngetren di Kalangan Milenial dan Gen Z, Lho! Ini Artinya

This photo taken on April 16, 2021 shows a lone customer at a T-shirt thrift shop at the Train Night Market Ratchada in Bangkok, as Thailand imposes further restrictions to deal with a spike in the number of Covid-19 coronavirus cases. (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

BINCANGPOS.COM – Thrift store menjadi tempat yang cukup banyak dicari anak muda saat ini, utamanya para penyuka fesyen. Meskipun sebenarnya konsep bisnis thrift store tidak mengarah pada fesyen saja, tetapi juga aksesoris, jam tangan, bahkan furnitur.

Di thrift store, baik online maupun offline, kita bisa mendapatkan pakaian bekas layak pakai dengan harga miring. Tak jarang, baju-baju yang dijual adalah baju dari label brand ternama.

Bagi orang-orang, berbelanja di thrift store menarik karena beberapa alasan. Pertama karena harganya yang murah. Terkadang, mendapatkan item berkualitas dengan harga miring memberikan kepuasan tersendiri.

Baca Juga:  Anita, Mojang Bandung Penjual Baju Bekas, Modal Minim Untungnya Maksimal!

Melansir The Business Plan Shop, generasi milenial dan generasi Z adalah pendorong di balik menjamurnya bisnis thrift store. Dengan konsep thrift shop yang berarti belanja hemat, mereka mendukung gerakan ramah lingkungan sekaligus sebagai gerakan melawan industri fast fashion yang bergerak sangat cepat dengan koleksi baru bermunculan setiap harinya.

Mengutip Thrift World, studi menunjukkan rata-rata orang Amerika membuang 81 pound pakaian setiap tahun, yang sebagian besarnya mengandung poliester yang jika tidak terurai akan mencemari lingkungan. Berdasarkan data, industri fesyen juga menyumbang sekitar 10 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Baca Juga:  Penghargaan Pada Sri Mulyani di Bidang Kebijakan Fiskal

Industri fast fashion juga disebut-sebut menjadi penyebab kurangnya ketersediaan air untuk keperluan minum. Sebagai contoh, dibutuhkan 650 galon air untuk membuat satu bahan katun baru. Jadi konsep thrift shop mengurangi penggunaan air untuk pembuatan bahan baku pakaian baru.