Bisnis  

BUMN-UMKM Lokomotif Ekonomi RI, Erick Tohir Dorong Penguatan Kemitraan Pemerintah dengan UMKM

BINCANGPOS.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong kemitraan antara perusahaan milik pemerintah dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Erick dalam kegiatan Penerbitan dan Pembagian Nomor induk Berusaha (NIB) Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) secara hybrid di Bandung, Jawa Barat, Senin, 13 Desember 2021.

Adapun, kegiatan pembagian NIB UMK ini merupakan langkah pemerintah untuk memudahkan pelaku usaha mendapatkan perizinan. Salah satunya melalui platform layanan perizinan terpadu atau Online Single Submission (OSS).

Melalui NIB, pelaku usaha tidak hanya berlaku secara legalitas, melainkan juga sebagai sertifikasi jaminan produk halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga:  5 Daerah Tambang Emas Terbaik di Indonesia. Ini Lho Nama Tempatnya!

Dalam sambutannya, Erick mengatakan bahwa sebagai lokomotif ekonomi domestik, sektor UMKM terkontribusi lebih dari 90% terhadap ekonomi nasional. Bahkan di masa pandemi, UMKM adalah sektor yang cukup bertahan.

Untuk itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah akan terus hadir untuk mendukung UMKM di Indonesia. Kolaborasi antar Kementerian dan perusahaan swasta menjadi bentuk dukungan kepada UMKM untuk terus tumbuh dan maju.

“Kolaborasi ini akan menjadi kekuatan besar untuk mendukung UMKM. Karena kita percaya 97 persen kekuatan ekonomi kita di UMKM dan tidak boleh lagi UMKM hanya menjadi objek, tetapi UMKM harus menjadi bagian dari solusi untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Erick.

Baca Juga:  Lewat Akun Twitter, Coldplay Ajak Jokowi Gabung Global Citizen Live!

Salah satu upaya pemerintah dalam menopang sektor UMKM adalah melalui pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) yang fokus memperkuat interlink digital segmen UMKM dan ultra mikro.

Holding ini terdiri dari tiga entitas yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa penguatan sektor UMKM melalui Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang diluncurkan PNM menunjukkan kinerja yang positif. Jumlah nasabah Mekaar saat ini sudah mencapai 9,8 juta nasabah.

Baca Juga:  Workshop Digital Marketing UMBandung: Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Anak Muda Berbasis Digital

Mekaar merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, baik yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha. Jokowi berharap nasabah Mekaar terus berkembang hingga menjadi 20 juta pada 2024.

Oleh karena itu, selain Bank BRI pada Pegadaian, Jokowi mendorong agar Bank Syariah Indonesia yang diluncurkan pada 1 Februari 2021, mampu menjadi bank terdepan yang menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM.

“Insyaallah, nanti dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) (usaha) yang gede-gede, yang dari kecil, tengah menjadi gede, bisa dilayani oleh BSI karena sekarang sudah masuk ke bank 8 besar dan kekuatan kapital yang lebih kuat,” katanya.