Fahri Hamzah: Penundaan Pemilu, Potensial Rusak Jiwa Kenegarawanan Jokowi

Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). Negara menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Nararya kepada Fahri Hamzah yang disematkan oleh Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

BINCANGPOS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah menilai penundaan Pemilu 2024, berpotensi merusak masa depan kenegarawanan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fahri mengimbau para elite politik agar tidak menjerumuskan Jokowi melalui wacana penundaan pemilu. Fahri menegaskan penundaan pemilu merupakan gerakan yang merusak demokrasi dan melanggar konstitusi.

“Hal ini juga berpotensi merusak masa depan kenegarawanan dari Presiden Jokowi. Kita harus tahu batas konstitusional kita yang telah menjadi budaya dan ritual,” ujar Fahri melalui keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Fahri ingin melihat sosok Jokowi mengakhiri masa jabatannya sebagai pemimpin di Indonesia dengan baik. Dengan begitu, Jokowi dapat dikenal nama besar dan kenegarawanannya, karena patuh dan taat kepada konstitusi.

Baca Juga:  Anies Baswedan Dorong Kendaraan Dinas Pemprov DKI Gunakan Mobil Listrik

“Kepada para tokoh maupun elite yang menggaungkan penundaan Pemilu 2024, tolong dipikirkan secara matang. Jangan sampai nafsu mengalahkan akal sehat. Jangan ngawur dan sembrono,” tegas mantan wakil ketua DPR ini.