Film The Bodyguard Bakal Diproduksi Ulang Warner Bros

BINCANGPOS.com – Film The Bodyguard yang pernah dibintangi mendiang musisi sekaligus aktris Whitney Houston akan diproduksi ulang oleh rumah produksi Warner Bros.

Sebagaimana dilansir Variety, film akan ditulis oleh Matthew Lopez. Sebelumnya ia pernah menulis untuk serial The Newsroom yang tayang di HBO.

Sampai saat ini belum ada keterangan rinci mengenai jalan cerita produksi ulang The Bodyguard. Film itu hanya disebut akan terinspirasi dari film orisinal The Bodyguard yang pertama kali tayang pada 1992 silam.

The Bodyguard sendiri mengisahkan aktris dan musisi kenamaan Rachel Marron (Houston) yang mendapat ancaman pembunuhan dari orang. Ia berada dalam bahaya setelah sebuah bom meledak ruang ganti.

Kejadian itu membuat manajer Marron, Bill Devaney, mencari pengawal profesional. Ia pun berusaha merekrut Frank Farmer (Kevin Costner), mantan pengawal presiden Amerika Serikat, untuk menjaga Marron.

Mulanya Farmer enggan menerima pekerjaan itu. Di sisi lain, ia sadar bahwa Marron adalah bintang manja yang tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam ancaman berbahaya hingga akhirnya sepakat menjadi pengawalnya.

Baca Juga:  Bangga! Inilah 5 Film Indonesia yang Meraih Penghargaan Internasional, Apa Saja?

Marron dan Farmer kerap selisih pendapat, terutama soal protokol keamanan Farmer yang dinilai Marron sangat berlebihan sehingga mengganggu kegiatannya.

Namun, keduanya mulai dekat setelah Farmer berhasil menyelamatkan Marron dari kerusuhan saat konser. Mereka yang terbawa suasana pun akhirnya melakukan hubungan seksual.

Farmer sadar bahwa hubungan itu bisa merusak profesionalisme sebagai pengawal. Ia memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan, namun Marron malah menggoda mantan rekan Farmer untuk membuatnya cemburu.

The Bodyguard yang disutradarai Mick Jackson pertama kali rilis pada 25 November 1992. Film yang diproduksi dengan biaya US$25 juta ini berhasil meraup pendapatan sebesar US$411 juta.

Album soundtrack The Bodyguard yang berisikan sejumlah lagu hit Houston berhasil memenangkan Album of the Year dalam ajang penghargaan Grammy Award.

Jackie Chan Kembali Ke Layar Lebar Bintangi Film Komedi Bela Diri ‘Ride On’

BINCANGPOS.com – Bertambahnya usia tak melulu membuat para aktor papan atas kehilangan karismanya. Seperti aktor kawakan asal Asia Jackie Chan yang kini sudah mulai syuting untuk film terbarunya “Ride On”.

Baca Juga:  Film Finch Karya Miguel Sapochnik Penuh Makna dan Keajaiban Hidup

“Ride On” merupakan film komedi berbasis bela diri yang akan menghadirkan Chan sebagai seorang seniman bela diri bernama Lao Luo, yang sangat terikat dengan kuda kesayangannya. Namun, ketika dia terlibat dalam perselisihan hutang, tampaknya kuda itu berpotensi diambil darinya.

Ini membuatnya meminta bantuan dari putrinya dan sang pacar untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Yang Zi dan dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2022 mendatang.

“Ride On” diproduksi oleh Alibaba Pictures, Beijing Hairun Pictures dan HG EntertainmentFilm Company. Dalam bahasa Tiongkok, judul ini diterjemahkan sebagai “Roh Kuda Naga”, dengan naga mengacu pada sejarah seni bela diri Chan dan kuda menjadi tunggangan kesayangannya.

Selain Chan, film ini juga dibintangi oleh Guo Qilin dan Liu Haocun. Haocun sendiri merupakan inspirasi muda baru Zhang Yimou yang para pemeran filmnya meningkat pesat setelah muncul di “One Second” dan “Cliff Walkers”.

Baca Juga:  4 Serial Drama Korea Paling Dicari di Google Search Selama 2021

Kemampuan akting Haocun telah dipuji secara luas, dengan Zhang sendiri menyebutnya sebagai Zhou Dongyu berikutnya dan bahkan membandingkannya dengan Gong Li muda. Namun sayangnya, ia sempat tersandung masalah dengan citra publiknya secara online akibat sebuah insiden yang melibatkan sekolah pelatihan tari orang tuanya.

Seorang siswa di sana menjadi lumpuh sebagian setelah cedera tulang belakang yang dialami di sekolah. Orang tua Haocun berselisih di pengadilan dengan keluarga gadis itu mengenai masalah kompensasi, yang memicu kritik terhadap keluarga tersebut karena menentang pembayaran.

Haochun menuai sorotan karena hingga kini ia selaku figur publik belum menyampaikan permohonan maaf terkait insiden itu. Meski insiden ini tampak sensasional namun dalam iklim politik Tiongkok baru-baru ini, setiap skandal yang melibatkan artis tertentu dapat dengan cepat berubah menjadi seruan untuk boikot dan bahkan penghapusan karya masa lalu.