Sosbud  

Inilah 4 Kebiasaan Urang Sunda yang Bikin Pendatang Betah di Jawa Barat

BINCANGPOS.COM – Suku Sunda (Urang Sunda) adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan).

Orang Sunda tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan provinsi Banten dan Jawa Barat sebagai wilayah utamanya.

Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan agama. Salah satunya adalah Suku Sunda atau biasa disebut ‘Urang Sunda’. Urang Sunda adalah suku yang paling mudah bikin saya jatuh hati. Bukan gara-gara Neng Geulis atau Aa Kasep nya lho ya. Tapi, kebiasaan mereka.

Berikut ini adalah kebiasaan Urang Sunda yang bikin para wisatawan betah berada di Tanah Sunda.

1. Urang Sunda selalu berbicara dengan nada romantis.

Setiap bahasa di dunia pasti memiliki logatnya masing-masing, begitu pula dengan logat Sunda. Well, jujur saya nggak pernah nyangka sih bakal disapa dengan nada halus oleh para penjual tas dan sepatu di Cibaduyut saat saya jalan dengan teman saya.

Baca Juga:  Sejarah Perkembangan Arsitektur di Indonesia

“Neng Geulis…” atau “Punten” menjadi bahasa yang selalu saya dengar selama berjalan di area wisata belanja terkenal di Tanah Sunda itu. Menurut saya, bahasa Sunda adalah keajaiban dunia, karena setiap mendengar berbagai kata dan kaliman menggunakan bahasa Sunda, rasanya tuh romantis banget, dan ini adalah hal pertama yang bikin saya sangat betah berada di Tanah Sunda.

2. Etika kesopanan yang mendarah daging.

Kawas gula eujeung peueut: hidup harus rukun saling menyayangi, tidak pernah berselisih. Urang Sunda memiliki pedoman hidup untuk saling menghargai sesama.

Baca Juga:  Uniknya 4 Tradisi Kehamilan di Daerah Indonesia. Semuanya Ejawantah Rasa Syukur pada Tuhan!

Mungkin inilah alasan mengapa Urang Sunda yang saya temui di Tanah Sunda selalu memiliki etika kesopanan yang tinggi. Mereka menyapa meskipun tak mengenal saya atau hanya basa-basi manis “Bade Angkat Kamana, Neng?”. Hal inilah yang bikin Saya betah berada di Tanah Sunda.

3. Urang Sunda sangat humoris, bahkan saat mereka marah terdengar seperti melucu.

Tahu artis bernama Sule? Semua orang Sunda memiliki sifat yang lucu layaknya Sule. Meskipun mereka bukan dibayar untuk melucu. Bahkan saat mereka marah, mereka terlihat seperti melucu, karena logat dan rasa humor yang melekat pada diri mereka.

Hal ini terbukti ketika seorang pemandu wisata marah-marah karena beberapa teman saya menghilang saat sedang transit di suatu tempat di Bandung. Bukannya takut, saya dan teman-teman malah tertawa karena amukan pemandu wisata yang terdengar seperti lelucon. Kejadian inipun masih saya ingat hingga sekarang.

Baca Juga:  Covid-19, Geliat Siaran Pertunjukan Wayang Golek di Radio Kembali Meningkat di Bandung

4. Orang Sunda kreatif.

Sebenarnya saya belum sepenuhnya menjelajahi tanah Sunda, tetapi pertemuan singkat 3 hari piknik ke beberapa tempat di Bandung membuat saya merasa atmosfir berbeda. Baik saat bertemu dengan anak muda Bandung maupun orang-orang tua.

Coba lihat saja berbagai wisata belanja di Bandung pasti semuanya lucu, unik, dan beda. Ini menandakan bahwa orang sunda sangat kreatif.

Melansir dari Bintang.com, kebanyakan orang Sunda juga jarang yang merantau, Mereka lebih tertarik untuk memajukan daerahnya sendiri daripada pergi keluar daerah untuk mencari uang.

Urang Sunda selalu menjunjung tinggi adat-istiadat. Hal yang bikin banyak orang merasa nyaman berada di Tanah Sunda adalah karena budayanya dan adat-istiadat yang selalu mereka junjung.