Kabar  

Inilah Keuntungan Menjanjikan dari Pasar Frozen Food untuk UMKM

BINCANGPOS.COM – Bisnis makanan beku atau frozen food di tingkat UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan salah satu penyumbang keuntungan terbesar bagi bisnis rantai pendingin atau cold chain. Adapun nilai pasar frozen food diprediksi dapat mencapai Rp 200 triliun pada tahun 2025.

Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, Hasanuddin Yasni, menerangkan, Indonesia bahkan diprediksi menjadi pusat distribusi pangan dan farmasi bagi negara ASEAN pada 2025. Untuk itu, Indonesia membutuhkan infrastruktur rantai pendingin yang terintegrasi, terotomasi dan affordable.

“Sayangnya, pengelolaan bisnis pada industri rantai pendingin membutuhkan biaya yang tinggi. Untuk menekan biaya operasional, dibutuhkan digitalisasi dan kolaborasi. Untuk itu, Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia tengah berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk McEasy, untuk menghasilkan platform logistik cold chain yang dapat terutilisasi dengan baik dan terjangkau UMKM,” ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga:  Ikut PKM, Mahasiswa Harus Punya Kreativitas dan Kecakapan Presentasi

Hasanuddin menerangkan, berdasarkan data tahun 2021, pengiriman makanan yang membutuhkan kontrol temperatur, termasuk frozen food, biasanya berkisar 40.000 order atau pemesanan per hari untuk area Jabodetabek dan 100.000 pemesanan per hari untuk wilayah Indonesia.

Ketika mendekati momen tertentu, seperti Lebaran, pengiriman makanan naik hingga 1,5 kali lipat untuk area Jabodetabek menjadi sekitar 60.000 order per hari dan 140.000 pemesanan per hari untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Pelaku industri dan UMKM harus mengatur strategi dalam melakukan perencanaan logistik untuk mengantisipasi lonjakan pada momen ini,” ujar Hasanuddin.

Baca Juga:  Sebanyak 2.340 Dosis Vaksin Covid-19 Diserap Warga Cileungsi Bogor

Co-founder McEasy Raymond Sutjiono menerangkan, salah satu manfaat yang mitra mereka rasakan lewat penggunaan Transportation Management System McEasy adalah melimpahnya data yang dapat diolah lagi dan membantu perencanaan logistik.

TMS dapat menghasilkan analisa apakah formasi dan skala armada sudah optimal atau perlu dilakukan penyesuaian kembali guna mengantisipasi lonjakan Ramadan dan Lebaran.

“Perencanaan yang matang dapat meningkatkan efektivitas pengiriman dan menghemat biaya operasional hingga 30%,” ucap dia.

Bergabungnya McEasy menjadi keluarga besar Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia adalah wujud komitmen mereka untuk turut mendigitalisasi logistik dan industri rantai pendingin Indonesia.

Baca Juga:  OJK Bangkitkan UMKM, Perluas Akses Keuangan dalam Skema KUR Klaster

“Ke depannya, kami berharap dapat menghasilkan inovasi teknologi untuk membantu digitalisasi jaringan logistik rantai pendingin dari hulu ke hilir,” pungkas Raymond.