Jackie Chan Bintangi Film Komedi Bela Diri “Ride On”

BINCANGPOS.com – Bertambahnya usia tak melulu membuat para aktor papan atas kehilangan karismanya. Seperti aktor kawakan asal Asia Jackie Chan yang kini sudah mulai syuting untuk film terbarunya “Ride On”.

“Ride On” merupakan film komedi berbasis bela diri yang akan menghadirkan Chan sebagai seorang seniman bela diri bernama Lao Luo, yang sangat terikat dengan kuda kesayangannya. Namun, ketika dia terlibat dalam perselisihan hutang, tampaknya kuda itu berpotensi diambil darinya.

Ini membuatnya meminta bantuan dari putrinya dan sang pacar untuk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Yang Zi dan dijadwalkan untuk dirilis pada tahun 2022 mendatang.

Baca Juga:  Cara Memasak Resep Soto Bandung Ini Layak Dicoba

“Ride On” diproduksi oleh Alibaba Pictures, Beijing Hairun Pictures dan HG EntertainmentFilm Company. Dalam bahasa Tiongkok, judul ini diterjemahkan sebagai “Roh Kuda Naga”, dengan naga mengacu pada sejarah seni bela diri Chan dan kuda menjadi tunggangan kesayangannya.

Selain Chan, film ini juga dibintangi oleh Guo Qilin dan Liu Haocun. Haocun sendiri merupakan inspirasi muda baru Zhang Yimou yang para pemeran filmnya meningkat pesat setelah muncul di “One Second” dan “Cliff Walkers”.

Kemampuan akting Haocun telah dipuji secara luas, dengan Zhang sendiri menyebutnya sebagai Zhou Dongyu berikutnya dan bahkan membandingkannya dengan Gong Li muda. Namun sayangnya, ia sempat tersandung masalah dengan citra publiknya secara online akibat sebuah insiden yang melibatkan sekolah pelatihan tari orang tuanya.

Baca Juga:  Bangga! Inilah 5 Film Indonesia yang Meraih Penghargaan Internasional, Apa Saja?

Seorang siswa di sana menjadi lumpuh sebagian setelah cedera tulang belakang yang dialami di sekolah. Orang tua Haocun berselisih di pengadilan dengan keluarga gadis itu mengenai masalah kompensasi, yang memicu kritik terhadap keluarga tersebut karena menentang pembayaran.

Haochun menuai sorotan karena hingga kini ia selaku figur publik belum menyampaikan permohonan maaf terkait insiden itu. Meski insiden ini tampak sensasional namun dalam iklim politik Tiongkok baru-baru ini, setiap skandal yang melibatkan artis tertentu dapat dengan cepat berubah menjadi seruan untuk boikot dan bahkan penghapusan karya masa lalu.