Kamu Bertanya Hukum Berobat Pada dokter Beda Jenis Kelamin, Inilah Jawaban Tegas dan Lugas UAS

BINCANGPOS.COM – Pada sebuah pengajian Ustadz Abdul Somad atau UAS mengatakan, jika seorang perempuan sakit maka yang mengobati harus dokter perempuan. Pun demikian juga jika pasien yang ditangani laki-laki, maka dokter yang memeriksa harus laki-laki.

Hal itu disampaikan UAS saat ada jamaah yang bertanya, apa hukum melakukan tindakan pengobatan kepada yang bukan mahram?

UAS menjawabnya sebagai berikut:

Kalau yang sakit laki-laki, dokternya perempuan, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ustadz kok tahu? Saya pernah mengalami,” lanjutnya.

UAS pun menceritakan pengalamannya saat sakit maagh beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  3 Syarat dalam Islam Perempuan Boleh Bekerja, Berkarier dan Berbisnis

“Tiba-tiba keluar asam lambung, maka bekeringat peluh. Kalau jalan musti pegang ke dinding. Begoyang dunia ini. Kemudian saya dibawa ke rumah sakit. Entah jamaah ni mau ngerjai saya, entah, dulu waktu belum nikah. Dikasihnya dokter anak gadis. Dokter tersebut kemudian mengecek kondisi saya. Dipegang dokter itulah jantung (dada) saya.”

Begitu keluar dari rumah sakit UAS ditanya jamaah. “Bagaimana perasaan pak Ustadz? Begoncang Duniani Kurasa,” kata UAS.

UAS mengatakan, oleh sebab itu akan datang, dokter laki-laki dengan laki-laki. Dokter perempuan dengan dokter perempuan.

Baca Juga:  Bila Anda Mimpi tentang Kemaluan, Inilah Arti dan Maknanya

Menurutnya, sekarang, tak seimbang antara banyaknya dokter SPOG, spesialis kandungan dengan perempuan yang mengandung. Karena tak seimbang banyaknya dokter perempuan dengan perempuan yang mengandung, akhirnya mau tak mau dipakailah dokter laki-laki.

“Jadi hukum asalnya dokter perempuan untuk perempuan dan dokter laki-laki untuk laki-laki. Tapi, kalau darurat tingkat tinggi, pilihannya hanya dua antara mati atau dokter laki-laki, maka tak boleh pilih mati. Solusinya, masukkan anak-anak perempuan ke fakultas kedokteran. Supaya mereka bisa beramal, menolong pasien perempuan, muslimah.” Pungkas UAS.