Kamu Bertanya tentang Riba, Inilah 4 Jawaban Cerdas UAS

BINCANGPOS.COM – Setiap manusia pasti tidak ingin memberikan untuk keluarga sesuatu yang haram, misalnya: makanan yang mengandung Babi. Tetapi, masih banyak dari kita tanpa sadar memberikan keluarganya sesuatu hal yang riba, sedangkan riba dalam QS Al-Baqarah, ayat 275, dijelaskan: Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.

Pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk meyakinkan diri kita atau keluarga atau sahabat kita tentang riba, apalagi di zaman yang penuh dengan gaya hidup materialistik yang dibawa kapitalisme?

UAS menjawab, ada beberapa alasan seseorang melakukan riba, diantaranya adalah:

Pertama, karena ketidaktahuan dirinya tentang riba.

Orang yang tidak tahu wajib kita beritahu. Kita berikan pendidikan tentang bahaya riba. Jika orang tersebut sudah tahu, maka ajaklah untuk berubah dari kebiasaan riba-nya.

Baca Juga:  Doa yang Diucapkan Saat Mendengar atau Melihat Musibah Sesuai Ajaran Rasulullah

Kedua, karena kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Apabila seseorang tidak meminjam uang, maka ia dan keluarganya akan mati hal ini diperbolehkan karena mendapat hukum darurat. Hukum darurat dalam Islam diperbolehkan hingga kedaruratannya hilang. Dan hal ini termaafkan.

Ketiga, karena terjebak gaya hidup atau style.

Riba yang seperti ini menjadi haram. Hal ini yang sering terjadi di zaman sekarang. Banyak orang rela mengutang hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Dia malu jika tidak mengutang, maka dia takut tidak diakui dalam komunitasnya. Dia terjebak dalam kehidupan yang semu dan palsu.

Dan, hal tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi setan untuk menyesatkan manusia agar selalu berhalusinasi untuk menjadi lebih dari orang lain. Menjadi lebih cantik atau tampan, menjadi lebih kaya, dan menjadi lebih hebat. Padahal, menurut orang lain hal seperti itu adalah hal yang biasa.

Baca Juga:  5 Tips Agar Terhindar dari Fitnah Zaman Menurut Habib Luthfi, Sangat Mudah Dipraktikkan!

Keempat, tidak tahu ancaman Allah tentang riba.

Ancaman Allah tentang pelaku riba diantaranya:

1. Orang yang makan riba akan bangkit dari kubur saat ditiupkan sangkakala, hidup seperti orang yang kerasukan setan.

2. Setiap daging di tubuh yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka akan menjadi tempatnya api neraka jahanam.

3. Merusak otak. Sepiring nasi riba, masuk ke dalam tubuh dan menjadi setetes darah dan masuk ke dalam jantung teraliri ke dalam otak anak yang masih hijau dan bersih, maka otak depan untuk berpikir rusak karena makanan yang riba dan haram.

Baca Juga:  Lafadz Niat dan Keutamaan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh. Pahalanya Sebanding dengan Puasa 1 Tahun

4. Doanya tidak akan terkabul karena semua yang ada pada dirinya adalah haram. Makanan yang dimakan, minuman yang diminum dan pakaian dipakainya haram.

Ada sebuah kisah dari Abdullah bin Umar bin Khaththab, bahwa ayahnya pernah memuntahkan kembali makanan yang dimakannya karena mengetahui bahwa yang memberikan kurma yang ia makan adalah pelaku riba. Dari sini, marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita dari hal-hal yang riba dan beralih ke bank syariah.