Kamu Bertanya, UAS Menjawab: Inilah Kehidupan Ustadz Abdul Somad

BINCANGPOS.COM – UAS punya nama lengkap Ustadz Abdul Somad Lc, MA. Lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 41 tahun yang lalu. Beliau ialah seorang mubaligh yang memiliki jadwal super padat.

Lulusan Universitas al-Azhar, Mesir (S-1), dan Dar al-Hadits al-Hassania Institute, Maroko (S-2) ini, dikenal sebagai penceramah yang segar dan jenaka melalui media sosial.

Dengan pendidikannya yang tinggi, tak heran bila dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, ini punya gaya retorika yang memukau dan mengena psikologis publik dari berbagai kalangan. Materi-materi dakwah yang disampaikannya bernas, tetapi tidak jarang disisipi humor jenaka.

Berdasarkan penelusuran di Google Trends, pencarian kata kunci Ustadz Abdul Somad mulai marak sejak Januari 2016. Malaysia dan Indonesia berturut-turut menjadi negara yang didalamnya penelusuran tersebut berkembang karena ceramah-ceramah UAS dapat dengan mudah disaksikan via internet.

Di situs Youtube, misalnya, video yang menampilkan UAS ditonton jutaan penonton. Generasi milenial juga dijangkaunya melalui Facebook dan Instagram. Akun Facebook UstadzAbdulSomad saja diikuti lebih dari jutaan pengguna, posisinya sama dengan pengikut Instagram @UstadzAbdulSomad yang diikuti jutaan user.

Baca Juga:  Andika Ramadhan, Mantan Anak Jalanan yang Berhasil Menggapai Kesuksesan Finansial Menjadi CEO Clorismen

UAS pun menjadi ustadz fenomenal karena dipandang sebagai seorang pendakwah yang berhasil menghadirkan kesederhanaan pesan sehingga memicu perubahan di tengah masyarakat.

Dia memahami dakwah sebagai attaghyir min halin ila ma huwa ahsan, yakni perubahan kepada yang lebih baik – yang katanya dapat dilakukan melalui tiga cara perubahan.

Pertama, perubahan melalui pendidikan

Baginya, pendidikan penting banget karena bangsa akan berubah hanya dengan pendidikan. Karena dengannya, kesadaran untuk lebih baik akan terbuka. Sebelum mendengarkan ceramah, orang tua tidak peduli pada pendidikan anak-anaknya. Nah, setelah mendengarkan ceramah, mereka mulai berpikir untuk memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah yang banyak muatan agama.

Kemudian, gurunya pun mulai memikirkan bagaimana supaya ada materi tambahan dalam pendidikan agama. Paling tidak, ada lima bidang yang harus diajarkan di lembaga pendidikan, yakni Al-Quran-hadits, akidah-akhlak, bahasa Arab, sejarah Islam, dan kemudian fikih. Dengannya, insyaallah akan lahir perubahan dalam kehidupan umat Islam.

Baca Juga:  Bob Sadino, Susi Pudjiastuti dan Reza Nurhilman: 3 Entrepreneur Sukses dari Indonesia

Kedua, perubahan di bidang ekonomi

Persoalan ekonomi begitu penting karena masyarakat akan sangat rentan bila menjadi fakir miskin. Kita tahu, ada hadits Nabi Muhammad SAW berbunyi, “Kaada al-faqru an yakuuna kufraa.” Artinya, amper-hampir kefakiran menjadikan seseorang kafir.

Ketiga, perubahan politik

Perubahan pendiddikan dan ekonomi harus ditopang oleh kepemimpinan yang berakhlak. Jadi, pada perubahan politik, UAS berharap kita terfokus pada bagaimana seorang Muslim dapat melihat pentingnya seorang pemimpin Muslim yang peduli pada Islam. Hal ini tanpa harus mengesampingkan kaum minoritas karena ajaran Islam tidak bersifat radikal. Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Cara dakwah UAS meneduhkan dan sarat referensi keilmuan. Inilah yang membedakan UAS dengan ustaz seleb. Isi kandungan ceramah yang disampaikan UAS memberikan pencerahan dan semangat untuk melakukan perubahan. Juga memberikan orientasi keagamaan yang baik pada umat Islam.

Baca Juga:  Ingin Tenang Hadapi Masalah? Bacalah Doa Dimudahkan Segala Urusan Ini

Situs Wikipedia menulis, “Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka dengan tausiyahnya. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama. Bahkan, bukan itu saja, ceramah Ustadz Abdul Somad juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah terkini, nasionalisme, dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.”

Bagi UAS, dakwah adalah ajang untuk menyambung simpul-simpul pemersatu bangsa Indonesia, termasuk umat Islam. “Saya berdakwah tidak ada kepentingan. Murni amar makruf nahi mungkar. Saya bukan orang partai. Tidak ingin menjadi caleg (calon legislatif) dan lain-lain,” katanya.