Lumpia Semarang, Makanan Khas yang Hadir dari Kisah Cinta Dua Kebudayaan

BINCANGPOS.COM – Lumpia Semarang atau disebut juga dengan loenpia adalah makanan khas Semarang berupa paduan rebung, telur, dan daging yang digulung menggunakan lembaran kulit dari tepung.

Lumpia Semarang sudah sangat terkenal dan hampir selalu dicari oleh para wisatawan yang hendak membeli makanan khas Semarang untuk dijadikan oleh-oleh.

Dirangkum dari berbagai sumber tentang makanan khas Semarang ini, lumpia Semarang hadir berkat pernikahan antara seorang penjual makanan Tionghoa dan penjual makanan asli Jawa. Mereka menjual makanan yang serupa, hanya isiannya yang berbeda.

Laki-laki Tionghoa tersebut bernama Tjoa Thay Yoe dan wanita Jawa itu bernama Wasi. Menjual jenis makanan yang hampir sama, tidak membuat mereka bermusuhan tapi justru menimbulkan rasa cinta hingga ke jenjang pernikahan.

Baca Juga:  Sejarah Perkembangan Arsitektur di Indonesia

Setelah menikah, mereka memutuskan untuk menggabungkan bisnis kuliner mereka. Makanan Tionghoa yang tadinya menggunakan isian rebung dan daging babi serta bercita rasa asin, diubah agar lebih bisa diterima oleh orang Indonesia.

Isian daging babi diganti dengan daging ayam atau udang, seperti isian makanan yang tadinya dijual oleh Wasi agar menjadi halal. Cita rasanya juga dibuat dengan memadukan rasa asin dan manis, sesuai selera orang Indonesia.

Jadilah lumpia Semarang yang berisi daging ayam/ udang, telur, dan rebung yang manis. Keunikan dari makanan ini adalah kulitnya yang terasa renyah setelah digoreng.

Baca Juga:  Kalau Berkunjung Ke Bandung, Jangan Lupa 5 Makanan Khas Ini, Ya

Usaha lumpia Semarang ini kemudian dilanjutkan oleh anak cucu Tjoa dan Wasi. Saat ini, lumpia yang bermula dari Tjoa dan Wasi sudah terpecah menjadi lumpia gang Lombok, lumpia jalan Pemuda, dan lumpia jalan Mataram.

Selain anak cucu Tjoa dan Wasi, orang luar juga sudah banyak yang menjual makanan khas Semarang ini. Beberapa dari mereka adalah mantan karyawan anak cucu Tjoa dan Wasi, serta banyak pula orang yang menjual lumpia berdasarkan inovasi resep dari lumpia yang sudah beredar di pasar selama ini.

Baca Juga:  5 Alat Musik Khas Sunda Ini Berasal dari Kebudayaan Jawa Barat

Lumpia Semarang bisa dinikmati dengan dua cara. Pertama adalah lumpia basah dan yang kedua adalah lumpia goreng yang kulitnya renyah. Dalam penyajiannya, biasa disertakan saus khusus dan daun bawang.

Jika sedang berkunjung ke ibu kota Jawa Tengah dan ingin merasakan makanan khas Semarang, jangan lupa mencoba enaknya lumpia Semarang.