Perceraian Kedua Orang Tua Awal Dari Penderitaan Anak

BINCANGPOS.com – Pernikahan tidak selalu mulus selalu ada rintangan yang menghadang, semua bagaimana setiap pasangan menyikapinya. Akankah bisa melewatinya atau menyerah?

Nah benar tidak bahwa perceraian itu membuat anak menderita?

Pernikahan harmonis adalah impian setiap pasangan, membina rumah tangga sakinah, mawadah, warahmatullahi sampai akhir usia.

Tidak ada orang yang ingin bergonta ganti pasangan hidup, impian semua orang mempunyai satu pasangan seumur hidup. Benar tidak?

Namun, harapan tinggal harapan ketika takdir tidak sesuai keinginan. Apalah daya, manusia hanya bisa menerima.

Dampak Perceraian

Akibat perceraian akan menjadi pasal, berdampak kepada kedua belah pihak apalagi kepada perempuan. Karena hidup menjanda itu tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan seorang janda tak jarang dapat cemoohan dari masyarakat sekitar.

Apalagi kalau pasangan yang bercerai mempunyai sang buah hati, dampaknya lebih buruk.

Kalau dari yang ane tahu tak jarang dalam perceraian kedua orang tua anak lah yang menjadi korban. Kok bisa?

Baca Juga:  Definisi Damai, Ketiadaan Perang dan Kekerasan! Ditambah Menetapnya Rasa Nyaman di Jiwa

Kenapa anak yang menjadi korban? Karena seorang anak akan kehilangan kasih sayang orang tua yang utuh. Bahkan tak jarang mereka dipaksa untuk memilih, memilih tinggal bersama Ibu atau ayahnya.

Tetapi yang sangat menyedihkan bukan itu saja bahkan ada anak yang di campakan begitu saja, ia tidak diberi kesempatan memilih, Rata-rata nya mereka di paksa tinggal bersama neneknya. Bisa di bayangkan hidup tanpa kasih sayang orang tua?

Karena itu tidak heran anak brokem home menjadi anak yang susah di atur karena itu adalah bukti protes kepada orang tuanya.

Masa Depan Anak Terbengkalai

Setelah perceraian kedua orang tua, anak akan menjadi murung, menanggung kesedihan yang mendalam.

Tak jarang masa depan anak juga terbengkalai karena keegoisan orang tua, tetapi mungkin kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan orang yang bercerai. Namun, percaya tidak percaya korban perceraian adalah anak.

Baca Juga:  Inilah 5 Manfaat Berkebun bagi Kesehatan

Jadi, berpikirlah matang-matang untuk setiap pasangan yang ingin bercerai pikirkan masa depan yang akan di jalankan untuk kedepannya, baik itu sudah mempunyai keturunan atau tidak.

Kalau hubungan yang masih bisa di perbaiki, sebaiknya di perbaiki terlebih dahulu jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Dalam setiap pernikahan itu kita akan di hadapkan dengan masalah-masalah, karena itu adalah ujian yang harus di hadapi. Karena setiap orang mempunyai masalah masing-masing, tetapi semua itu bagaimana kita bisa menghadapinya.

Untuk para orang tua jangan terlalu egois, terburu-buru mengambil keputusan, pikirkanlah dampak perceraian akan membuat anak menderita.

Koreksi diri satu sama lain, jangan saling menyalahkan. Karena memang gak akan ada hubungan yang mulus. Karena setiap pasangan mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dari situlah kita akan tahu seberapa lama ia akan bertahan menghadapi sikap satu sama lain.

Baca Juga:  Inilah Cara Bikin CV untuk Mahasiswa yang Akan Melamar Magang Ke Perusahaan!

Jadi, jika pernikahan di ambang kehancuran pikirkan lah anak, bagaimana masa depan anak ketika memutuskan untuk bercerai.

Bahkan sekalipun kalian mempunyai kekayaan yang lebih, dan berpikir hidup sendiri tanpa pasangan dan membesarkan buah hati juga mampu, tetapi ingatlah kasih sayang orang tua yang utuh tidak akan bisa terganti oleh siapapun. Bahkan kasih sayang yang tulus tidak bisa di beli dengan apapun itu.

Nah, berpikirlah sebelum terlambat, karena tidak ada hubungan yang tidak bisa di perbaiki selagi kita sepakat memperbaikinya.

Perbaiki yang bisa di perbaiki, jika sudah tidak mampu, ya apa boleh buat.

Setiap manusia akan di pertemukan dengan orang yang salah, maka dari itu janganlah bersedih, karena itulah cara meningkatkan kedewasaan.

Nah sekiranya itu yang ane tahu tentang perceraian yan berdampak kepada anak.