Philip Nitschke, Sang Kreator Kapsul Bunuh Diri

BINCANGPOS.COM – Kapsul bunuh diri bernama Sarco yang dibuat di Swiss baru-baru ini bikin heboh masyarakat dunia. Sarco yang merupakan singkatan dari sarkofagus, sebuah tempat menyimpan jenazah di masa pra sejarah, merupakan kreasi seorang dokter bernama Philip Nitschke.

Sosok Philip Nitschke memang adalah sosok yang sangat kontroversial. Saat ini dia merupakan pendiri dan pemimpin grup bernama Exit International, sebuah kelompok yang berupaya melegalkan upaya mengakhiri hidup dengan bantuan medis atau lebih populer dikenal disebut Euthanasia.

Dukungan Philip Nitschke terhadap euthanasia itu yang membuatnya sangat kontroversial. Surat izinnya sebagai dokter bahkan dicabut karena dokter berpaspor Australia itu pernah membantu 4 manula bunuh diri dengan bantuan medis.

Peristiwa berawal ketika wilayah federal Australia, Northern Teritory melegalkan peraturan mengenai tindakan bunuh diri dengan bantuan medis. Langkah itu justru disambut positif oleh Philip Nitschke.

Baca Juga:  7 Langkah Menjaga Keamanan Finansial Saat Bertransaksi Digital di Internet

Dia bahkan merespons peraturan itu dengan membantu proses euthanasia terhadap 4 manula, yang telah menandatangani surat persetujuan bunuh diri. Langkah yang dilakukan Philip Nitschke langsung bikin geger semua orang. Termasuk pemerintah Australia yang meminta agar pemerintah Northern Teritory meninjau ulang peraturan itu.

Di saat yang bersamaan otoritas Australia mencabut izin praktek Philip Nitschke karena nekat membantu secara medis upaya euthanasia itu. “Kenapa kita harus mempertanyakan keputusan mereka untuk meninggal dunia, kita tidak pernah mempertanyakan kenapa kita mengirim anak-anak kita berperang di tempat lain juga untuk mati,” kritik pria kelahiran 8 Agustus 1947.

Philip Nitschke memang tidak patah arang memperjuangkan pandangannya. Dari situlah dia kemudian membentuk kelompok pro euthanasia bernama Exit International. Aksi-aksi Exit International, di bawah pimpinan Philip Nitschke justru berhasil mendapat perhatian.

Baca Juga:  Ariel NOAH dan Hobi Koleksi Motor-Helm yang Super Mahal

Banyak aktivis dari berbagai negara mendukung upaya Philip Nitschke. Kampanye pro euthanasia akhirnya semakin meluas dan mendunia. Hal itulah yang coba dicegah oleh pemerintah Australia.

Mereka kemudian merayu Philip Nitschke untuk meninggalkan Exit International. Ganjarannhya, izin prakteknya sebagai dokter akan diaktifkan kembali. Namun siapa nyana, pria yang sekarang tinggal di Belanda itu justru membakar ijazahnya dan izin praktek kedokteran yang dia miliki.

“Situasinya jadi sangat sulit di Australia, ini yang membuat saya pergi dari sana. Dan akhirnya saya melihat ini adalah keputusan yang benar,” jelasnya.

Di Belanda, Philip Nitschke memang seolah mendapat angin segar. Pasalnya negara kincir angin itu memang tidak memberikan larangan bagi pelaksanaan euthanasia. Bahkan pada 29 November 2020, Parlemen Belanda melegalisasi peraturan tentang euthanasia.

Baca Juga:  Lissa in Macao: Model, Artis dan Penyanyi yang Usaha Es Batu Hingga Fashion!

Selama di Belanda, Philip Nitschke tidak hanya berkampanye tentang euthanasia. Dia juga bahkan berkreasi membuat berbagai teknik praktek euthanasia. Jadi Sarco bukan alat pertama yang berhasil dia buat.

Philip Nitschke berupaya menghadirkan berbagai metode euthanasia yang tidak melibatkan obat-obatan. Dia juga berupaya agar proses euthanasia itu benar-benar sangat nyaman dan tidak terasa bagi orang yang melakukannya.

Sarco sendiri sebenarnya dibuat dengan waktu yang cukup panjang. Awalnya purwarupa alat itu dibuat pada 2017. Saat itu dia menginginkan Sarco bisa digunakan tanpa bantuan tangan-tangan medis. Jadi keputusan untuk melakukan euthanasia merupakan keinginan sendiri tanpa harus melibatkan dokter atau psikiater.

“Biasanya metode lain membutuhkan keterlibatan dokter atau psikiater. Kami ingin menghilangkan bagian itu dan menyerahkan seluruh proses pelaksanaannya oleh pasien,” jelas Philip Nitschke.