Sosbud  

Uniknya 4 Tradisi Kehamilan di Daerah Indonesia. Semuanya Ejawantah Rasa Syukur pada Tuhan!

BINCANGPOS.COM – Kehamilan dianggap sebagai hal yang sakral dan harus dijaga dengan baik oleh orang Indonesia. Hal ini membuat sejumlah tradisi dan ritual harus dilakukan. Nah, berikut adalah 4 tradisi kehamilan di Indonesia.

Orang Indonesia dikenal luas masih merawat tradisi yang harus dilakukan di sejumlah momen. Salah satunya adalah tradisi kehamilan. Jadi, ada sejumlah ritual yang harus dilakukan agar kehamilan berjalan dengan lancar hingga sang jabang bayi nantinya terlahir.

Kamu tahu sendiri kan, kehamilan adalah hal yang menakjubkan bagi masyarakat Indonesia. Hadirnya kehidupan baru harus disikapi dengan adanya tradisi-tradisi yang wajib dilakukan. Kalau nggak dilakukan, banyak yang percaya hal ini akan mendatangkan hal-hal buruk.

Nah, biar nggak makin penasaran, coba deh kamu cek 4 tradisi kehamilan di Indonesia berikut ini.

1. Tradisi Mengirimkan Makanan oleh Orang Aceh

Bagi orang Aceh, mengirimkan makanan adalah hal yang harus dilakukan saat hamil. Biasanya sih ya, tradisi ini dilakukan saat kehamilan mencapai bulan kelima serta ketujuh.

Baca Juga:  5 Alat Musik Khas Sunda Ini Berasal dari Kebudayaan Jawa Barat

Di bulan kelima, biasanya sih keluarga dari istri bakalan mengirim makanan dan kue manis ke keluarga besannya. Sebaliknya, pihak keluarga suami mengirimkan lauk pauk.

Di usia kehamilan bulan ketujuh, keluarga dari kedua pihak bakal bertemu dan makan bersama. Duh, jadi semakin erat ya kedua keluarga ini.

2. Tingkeban alias Mitoni di Adat Jawa

Kalau membicarakan tradisi, orang Jawa adalah salah satu yang paling teguh memegangnya. Hal ini juga berlaku untuk urusan kehamilan. Nah, tradisi kehamilan orang Jawa yang paling terkenal adalah mitoni atau tingkeban. Nah, karena nama mitoni ini terkait dengan pitu alias angka pitu, tentunya dilakukan saat ibu sudah mengandung tujuh bulan.

Baca Juga:  Keren! UNESCO Resmikan Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Milik Indonesia!

Menariknya, ritual yang dilakukan di tradisi mitoni atau tingkeban ini juga banyak yang memiliki kaitan dengan angka tujuh. Contohnya nih, ya, tumpengan harus disediakan sebanyak tujuh. Saat ibu dimandikan, juga harus diguyur tujuh kali. Pendampingnya saat acara ini juga harus tujuh.

Di tradisi ini, ibu hamil dan keluarganya juga akan membacakan doa-doa agar kehamilan berada dalam kondisi baik dan nantinya sang bayi juga bisa terlahir dalam kondisi sehat, deh.

3. Tradisi Mangirdak oleh Suku Batak

Suku Batak juga mengenal tradisi kehamilan bernama Mangirdak. Tradisi ini dilakukan saat usia kehamilan mencapai bulan ketujuh dan dilakukan di rumah keluarga sang istri.

Nah, dalam tradisi ini, ibu dari istri yang sedang mengandung harus memasak makanan bagi putrinya dengan bahan utama ikan mas arsik. Ada juga sih makanan-makanan lainnya yang biasanya adalah makanan favorit sang ibu hamil. Menariknya, sang ibu juga bakal menyuapi sang putri yang sedang hamil sembari mendoakan kehamilannya bakal lancar, deh.

Baca Juga:  Tari Jaipong, Kesenian Khas Tatar Sunda yang Dicipta Urang Bandung

4. Tradisi Mappanre to-Mangideng oleh Suku Bugis

Tradisi Mappanre to-Mangideng oleh Suku Bugis dilakukan saat kehamilan masih satu bulan. Caranya simpel sih, ibu hamil disuapi dengan makanan favoritnya. Tapi nggak boleh asal makanan. Yang dibolehkan hanya makanan sehat. Tujuan dari tradisi ini agar ibu hamil merasa senang dan bersemangat menjalani kehamilan yang berat dan penuh perjuangan.

Selain 4 Tradisi lokal di atas, setiap daerah di Indonesia punya tradisi kehamilan yang berbeda-beda, tetapi satu hal yang pasti. Bahwa tradisi tersebut dilaksanakan untuk mengejawantahkan rasa syukur kepada sang pencipta kehidupan, Tuhan semesta alam.